Wednesday, April 16, 2008

Surat untuk Mama

Tuhan, apa kau tahu?

Aku belum mewujudkan cita-citaku, bersamanya.
Aku belum lulus SMA,
Aku belum tujuh belas tahun,
Aku belum menepati janji-janjiku kepadanya,
Aku belum memberikan seluruh cintaku kepadanya.

Dia yang melahirkanku, dia yang membesarkanku, hanya kami berdua. Lalu apa, Tuhan?
Apa yang dapat aku lakukan untuk menggambarkan rasa kehilanganku?
Aku ingin mati saja, karena raga ini miliknya, karena raga ini pernah bersatu dengan tubuh yang kini mengapung-apung di lautan berbentuk abu dan tulang.

Aku ingin menyerahkan seluruh hidupku kepadanya,
untuk membuktikan betapa besar cintaku.
Kenapa Kau tak izinkan aku melakukannya, Tuhan?
Kenapa?

Ma...
Mama dengar?
Mama lihat?
Lihat...

Apa yang Mama lakukan?

Janji-janji yang Mama kubur, cita-cita yang Mama sirnakan.

Lihat?