Friday, September 13, 2013

Untuk Nenek: Memorial di Tahun 0

Ada katak-katak dari lagu-lagumu di masa kecilnya yang setia hadir di pemakamanmu. Dia pernah berpikir akan selamanya kau menyanyikan lagu-lagu itu untuknya. Namun di malam esoknya, kau tak lagi menyanyikan lagu itu. Kau membisu dan menepuk-nepuk tubuhnya. Jam di dinding yang kemudian menidurkan cucu semata wayangmu. Hingga kemudian, pada dini hari itu dia dibangunkan oleh kedua orangtuanya, dipisahkan dari ranjangmu.

Ada ikatan yang kuat antara gadis berusia lima tahun itu dengan dapur. Mangkok-mangkok yang dia buat penuh tepung, pemanggang dengan adonan roti yang gosong. Hingga suatu masa, kawan-kawan sebayanya tiba-tiba menarik cucumu dari dunia imajinernya dengan dapur. Dia lantas bermain dengan piring dan gelas plastik, daun-daun dan buah-buah kecil yang ditumbuk, dan berpura-pura menggoreng di wajan. Adonan kopi, gula, dan tepung yang saling lengket dipikirnya dapat menjadi permen.

Ada tangisan di saat dia baru mengerti tentang terbatasnya umur manusia. Hari itu kali pertama dia dipisahkan dari pengasuh yang menjadi temannya sejak kecil. Di mobil itu, di sisimu, dia menangis meraung melihat gadis remaja itu melambaikan tangan padanya. Kalian semua mencoba memberi pengertian. Namun cucumu tetap tidak mengerti kenapa orang-orang bisa dengan begitu mudah pergi dan tidak dapat lagi dijumpai. Saat itu, dia kemudian membayangkan bagaimana bila kelak, pertama-tama, ibunya meninggal, lalu ayahnya, diikuti oleh semua orang yang dia kenal. Dan dia tidak bisa berhenti menangis sepanjang hari itu. Kau yang memeluknya demikian erat.

Ada piring-piring dan gelas-gelas yang dia tinggalkan. Dia bermain dengan busa yang memenuhi halaman rumah, lantas meniupi busa-busa itu hingga menjadi balon-balon transparan di udara. Kau tahu bagaimana kemudian dia selamanya terpisah dari piring-piring dan gelas-gelasmu. Mencuci piring-piring dan gelas-gelas ibunya. Dan lalu mencuci piring-piring dan gelas-gelas tantenya.

Ada keterpisahan yang lama di antara kau dan cucumu itu. Bertahun-tahun setelah dia berhenti memelihara anjing, tidak lagi menjelajah persawahan dan sungai-sungai, tidak lagi memanjati pagar rumah tetangga hanya untuk mencuri ubi, tidak lagi membantu teman-teman sebayanya membangun ogoh-ogoh untuk hari Nyepi. Kau tak tahu apa yang dia lakukan dengan buku-bukunya, persaingan di kelas, hal-hal yang dia tekuni. Kalian tidak lagi saling bicara. Ibu dari cucumu membencimu. Cucumu juga ikut membencimu dan mencoba selamanya pergi dari hidupmu.

Dan setelah sekian tahun berlalu, kau yang kemudian selamanya pergi dari hidupnya. [*]

A Memorial. Yogyakarta, 13 September 2013. Setahun setelah Memorial untuk Kakek.