EPISODE 1 DONGENG NEGERI TAROT
TAHUN 2300
1. EXT. TAMAN SEKOLAH. SEKOLAH TINGGI ILMU SAINS. - PAGI
JENNY, JOSH, STEVE, ERIC
STEVE MENEKAN TOMBOL BIRU PADA ARLOJINYA, SEPATU TERBANGNYA MENDARATKANNYA DI ALUN-ALUN SEKOLAH. STEVE BERTEMU JOSH YANG SEDANG BERJALAN MELAYANG BERSAMA ERIC DAN JENNY.
JENNY
Hai, Steve! Happy birthday, ya!
[tersenyum riang, bergerak mendekati Steve kemudian menyalaminya]
ERIC
Selamat, Steve. Semoga panjang umur..
[ikut menyalami Steve]
JOSH
Iya, bro! Selamat, ya! Sudah enam belas tahun nih..
[riang, merangkul Steve dengan semangat]
Dapat hadiah apa, nih, dari Ayahmu yang superkaya?
MEREKA BERJALAN BERSAMA.
STEVE
Kemarin Ayahku memberikanku teleport model baru sebagai hadiah ulang tahun.
JOSH
[memukul pundak Steve]
Kau beruntung sekali. Sekalipun aku memelas pada kedua orang tuaku, mereka bersikeras aku belum membutuhkannya. Padahal aku hanya meminta teleport bekas yang dijual di pelelangan.
[tertawa]
STEVE
[tersenyum]
Iya. Tapi kata Ayah, aku belum boleh macam-macam dengan teleport barunya itu.
[wajah kecewa]
JENNY
[menoleh ke arah Steve]
Kenapa?
STEVE
Itu benar-benar model baru. Kau tahu, kan, Ayahku.. Dia menanam modal yang besar sekali untuk memajukan proyek itu. Jadi, dialah orang pertama yang berhak memiliki teleport itu.
ERIC
[mengerutkan dahi]
Lantas, kenapa kau dilarang menggunakannya?
Bukankah itu milik Ayahmu?
SFX : BEL SEKOLAH
STEVE
Teleport itu belum diuji coba. Nanti kulihatkan pada kalian. Penemuan itu berbahaya.
CUT TO :
2. INT. KELAS FISIKA. SEKOLAH TINGGI ILMU SAINS - PAGI
JENNY, JOSH, STEVE, ERIC
SEISI KELAS MENGELUARKAN GADGET WAJIB, TABLET PC MEREK HCV SERI X23 UNTUK MENCATAT PEMBICARAAN GLOBAL KELAS, SCIENCE-BOOK PLAYER HCV SERI X23 UNTUK MEMUTAR KEPING SCIENCE BOOK PERTEMUAN DI KELAS, DAN SEBUAH ALAT TULIS OTOMATIS SERI TERBARU YANG BISA BERUBAH FUNGSI MENJADI PENGHAPUS, PENSIL WARNA, ATAU PULPEN.
JENNY, JOSH, STEVE, DAN ERIC BERKELOMPOK DALAM SATU DERET BANGKU.
JOSH
[menelungkupkan kepala di atas meja]
Tahun ajaran baru selalu mengesalkan buatku. Aku rindu masa-masa liburanku..
[mencoret-coretkan automatic writing tool-nya pada tablet pc-nya]
ERIC
[menoleh ke arah Josh]
Menurutku tidak. Liburan itu membosankan.
[mencatat]
JOSH
[menatap Eric, sebal]
Kau gila belajar, sih. Sedangkan aku, melihat guru botak itu mengoceh terus seperti itu membuatku ingin mual saja.
[memasang raut wajah ingin muntah]
JENNY
Memang apa yang kau kerjakan saat liburan?
JOSH
[menoleh ke arah belakang, deret kursi Jenny dan Steve]
Eh, kau dengar pembicaraan kami?
JENNY
[tersenyum sinis]
Memangnya tidak boleh?
JOSH
Dasar wanita tukang menguping!
[raut wajah kesal]
JENNY
[mencibir]
Bilang saja kau tak mau menceritakan liburanmu pada kami.
[mendengus]
Memangnya kau melakukan apa saja saat liburan?
JOSH
[mendengus]
Bukan urusanmu. Yang jelas, aku suntuk di kelas ini.
[menoleh ke arah Steve]
Eh, kau sedang apa?
STEVE
[mendongakkan kepala]
Aku sedang merancang perjalanan liburan untuk kita.
[melanjutkan menggambar sketsa di atas tablet pc-nya]
JOSH
[bingung]
Maksudmu?
STEVE
[menghentikan gerakan tangan]
Aku merencanakan libutan yang panjang sekali untuk kita berempat.
[kembali mencoreti layar tablet pc di hadapannya dengan electric pen]
[menoleh, kesal]
Apa kau ingat betapa kecewanya aku karena kalian semua bisa berlibur ke luar negeri sementara aku harus mengurusi pembangunan perusahaan Ayahku?
JOSH
Kupikir memang kaunya saja yang gila bisnis..
[tertawa]
STEVE
Hei, Man! Aku masih enam belas tahun!
[mendengus sebal]
JOSH
[tertawa]
Iya, deh. Iya. Memangnya kau merencanakan perjalanan liburan untuk kapan? Liburan semester depan?
STEVE
Tidak. Beberapa jam lagi.
KETIGA TEMAN STEVE MENATAPNYA BINGUNG.
CUT TO :
3. INT. KAMAR TIDUR STEVE. RUMAH STEVE. - SIANG
JENNY, JOSH, STEVE, ERIC
STEVE MEMASUKI KAMARNYA. IA LALU MENEKAN TOMBOL HIJAU PADA RANSELNYA. RANSELNYA TERLEPAS DARI TUBUHNYA LALU MELAYANG MENUJU RAK BARANG-BARANGNYA. JENNY, JOSH, DAN ERIC MELAKUKAN HAL YANG SAMA.
STEVE
Tunggu sebentar. Ada yang harus kucari.
[berlari]
STEVE LALU MENGOBRAK-ABRIK LEMARINYA, MENCARI SESUATU.
JOSH
Ada-ada saja si B itu.. Eh, kau beli juga, ya, travel disc ini?
JOSH MENGAMBIL SEBUAH DISC DI MEJA BACA STEVE.
STEVE
[menoleh sekilas]
Yang mana?
[memalingkan wajah]
JOSH
Disc Travel Kerajaan Tarot.. Kursus singkat tentang dunia ramalan..
STEVE
[menoleh lagi]
Oh, itu. Belum sempat kubaca. Travel player-ku sedang dipinjam kakakku. Player-nya rusak katanya.
JOSH
Kalau begitu, boleh kupinjam disc-mu ini?
STEVE
Ah, maaf, aku lupa! Itu memang ingin kuhadiahkan untukmu. Tapi sebelumnya, tentu aku harus melihat dulu, apakah itu bagus atau tidak untukmu..
JOSH
Ah, ini menjadi rekomendasi Ayahku. Pasti ini bagus sekali. Trims, ya.
[tersenyum]
JENNY MENDEKATI STEVE YANG SEDANG SIBUK.
JENNY
Kau sedang apa, sih? Sibuk sekali?
STEVE
Ah, ini dia!
ERIC
[mengerutkan dahi]
Sebuah chip? Untuk apa?
STEVE
Ikuti aku...
CUT TO :
4. INT. RUANG BACA AYAH STEVE. RUMAH STEVE. - SIANG
JENNY, JOSH, STEVE, ERIC
ERIC
Science-book disc-mu banyak sekali..
STEVE
Bukan, itu semua milik Ayahku. Aku tidak mengoleksi s-book disc.
ERIC
Kalau aku boleh meminjam satu saja disc milik Ayahmu, pasti aku akan senang sekali.
STEVE DIAM TIDAK MENJAWAB, MASIH SIBUK MENCARI SESUATU.
JENNY
Ah, Ayah Steve mana pernah ada di rumah. Iya, kan, Steve?
Eh, kau cari apa lagi, sih?
JENNY MENDEKATI STEVE.
STEVE
Aku sedang mencari travel disc galaksi.
JOSH
Referensimu lengkap sekali..?
STEVE
Semuanya milik Ayahku. Beliau penggemar semua ilmu pengetahuan.
JOSH
Pantas saja Ayahmu sukses begitu.. Kudengar beliau memulai usahanya dari nol, betul begitu?
STEVE
Ya, begitulah. Ah, ini dia.
STEVE MENGANGKAT SESUATU, MEMASUKKANNYA KE SAKUNYA, KEMUDIAN BERLARI.
JENNY
Ah, Steve! Kau jangan main-main, dong!
JENNY IKUT BERLARI, MENGEJAR STEVE. JOSH DAN ERIC IKUT MENGEJAR DI BELAKANG. SAMBIL BERLARI MEREKA MEMPERBINCANGKAN SESUATU.
STEVE
Aku tidak sedang main-main.
[melirik arloji]
Kalau perhitunganku tepat, lima belas menit lagi teleport-ku bisa membawa kita menyeberang galaksi.
ERIC
Maksudmu dari tadi kau sudah mengukur jarak tempuh dari bumi ke galaksi yang akan kita tuju?
STEVE
Tidak, aku sudah mempersiapkannya sejak sebulan yang lalu. Saat kalian berlibur. Sudahlah, kita harus buru-buru!
STEVE MENEKAN TOMBOL BIRU SEBUAH PINTU MASUK, LALU DIA MEMASUKKAN BEBERAPA DIGIT ANGKA SEBAGAI KODE.
SFX : SUARA LIFT TERBUKA