Friday, July 18, 2008

Hibernasi

Aku ingin bersembunyi
Sambil berhibernasi

Aku ternyata berhati kebas
Terlalu berani lampaui batas

Awalnya aku hanya ingin jadi begitu dekat
Tapi ternyata hatimu telah mampat

Kawan, hatiku memang tidak stabil
Tapi ini bukan hati dari pria hidung belang
Yang suka bergombal alang kepalang
Aku hanya wanita berhati labil

Apa artinya kebersamaan ini
Kupikir kita miliki kesamaan mimpi
Namun ternyata hanya halusinasi
Lebih-lebih jika kau pikir cuma ilusi

Kawan, bolehkah aku menghilang
Darimu juga mimpi-mimpimu
Supaya aku tak berang
Saat kau juluki aku pemimpi yang tertipu

Kawan, aku pergi saja, ya
Supaya ada tenggat waktu
Jika nanti kita kembali berjumpa
Ada sekat-sekat rindu yang membiru

Omong-omong
Nanti, aku ingin kita berjumpa
Bukan lagi di lorong-lorong
Cukuplah di tempat biasa

5 comments:

  1. hmmm... kamu emang seorang sastrawan berbakat. bangus banget kekuatan kata2nya.

    ReplyDelete
  2. ini puisi buat seseorang,chel?

    ReplyDelete
  3. ho-oh.. jgn dilorong2 ah.. malu.. gelap2an.. tar ditangkep satpol PP..
    haha..

    ReplyDelete
  4. tapi kadang mimpi membuat kita sadar bahwa adalah kehidupan yang kita hidupi menipu diri
    karena mimpi pulalah kita berharap dalam gelap lorong lorong kenyataan bahwa cahaya akan kita dapati
    karena mimpi kita bisa berlari dari diri
    dan seorang pemimpi tak pernah tertipu, karena mimpi tak pernah menipumu

    ReplyDelete