Friday, July 25, 2008

Botol-Botol Filsafat

Aku mengetuk
Karena suntuk

Mengintip jendela
memanggil nama

Tak ada yang menyahut
Dipikirnya aku kalut

Baru saja pulang
Dengan langkah oleng

Mulut bersendawa
Lengan menebas udara

Pandang mata buram
Sewarna malam

Ah!
Tadi di diskotek
Aku ditawari pertanyaan,
"Siapakah engkau?"

Kujawab,
"Gadis yang sedang terluka"

Orang itu jawab,
"Jiwa tak pernah terluka"

Kuteguk segelas lagi
"Dari mana asalmu?"
Begitu orang tua berewok itu bertanya

Aku menoleh,
"Dunia yang menjemukan"
jawabku asal

Terbahak Ia,
"Lalu kenapa jiwamu tak jemu-jemu terlahir kembali?"
Begitu dia mendebat

Kuteguk segelas lagi,
"Dari mana asalnya dunia?"
Dia bertanya lagi

"Kenapa kau terus bertanya?"
Kubanting botolku
Meraung menendang aku

Satpam menyeretku
Melemparku keluar

Ah, botol-botol filsafat
sungguh memabukkanku
Hingga dunia pun tak kukenali
Sebagai rumahku

Rupanya aku baru saja mengetuk
Pintu rumah Tuhan
Pantas saja tak ada siapa
Yang mau menyahut

1 comment: