Saturday, July 5, 2008

Nasib Mentari

1.
Cembung
dan biaskan warna
Indah
Dan serbukkan pijar
Melompat mendaki
Keringat asin meneriaki
Ia menjauh
Menyelam menyergap
Bersembunyi pada malam
Menyerah pada bintang dan kawanannya
Awan memanggil
Angin menertawai
Garam memaksanya tinggal
Lalu dikurung bersama biotanya

2.
Sang bulan adalah yang tercantik
Ialah pemenang kontes kecantikan langit
Keram hati mentari menangis terisak
Duyung menerobos gelombang laut
Menghibur sang mentari

“Mentari, terbitlah kembali...
Kau bebas
Kau tidak seperti bulan yang bersuamikan bumi.
Kau adalah sinar terang kehidupan.
Biarkan bulan tertawa bangga di atas kekalahanmu.
Dia tak pernah tahu,
Di mata dunia,
Kau tetap yang terbaik.”

No comments:

Post a Comment