Saturday, July 5, 2008

Bunuh Diri

Wahai sahabatku,
Batu terjal dan untaian awan yang merambat,
Aku mendaki dan mencarimu.

Wahai sahabatku,
Gelombang pasang danau kemarau,
Sambut aku dengan debumu

Dan aku akan meluncur
Terbang
Jatuh

Dan aku akan bersimbah darah
Kehabisan nafas
Mati

Aku ingin mati
Dan hidup kembali

Aku ingin bercerita tentang dunia
Di mana perakit sejarah tinggal

Kehidupan setelah kematian
Juga kelahiran kembali
begitu kekal menggerogoti rasa keingintahuanku.

Kehidupan kini
Biarlah kutinggalkan


Karena aku tak tenang lagi tanpa pemenuhan

Beragam doktrin mengalbu saja


Membuat peluh lelah mengartikan

Teori mereka tentang kematian
Cukup kuat untuk tidak retak jika kubuang

Aku ingin mencari tahu sendiri
Aku berani menyeberangi dua dunia
Aku adalah pendekar sepi
Di mana kata-kata cemooh
Akan kumakan habis
Lalu kumuntahkan kembali

Persetan dengan cemooh dunia
Tentang arti “bunuh diri”
Selamat tinggal, Dunia.

No comments:

Post a Comment