Thursday, July 17, 2008

Pencacahan Penduduk

Rumah saya direnovasi, kamar saya juga ikut menjadi lahan kerja. Beberapa barang dipindahkan, lalu beberapa pekerja mulai merambah kamar saya yang selalu menjadi wilayah menarik bagi sayamenuang kreativitas.

Beberapa buku yang bertumpuk, ranjang yang nyaman, serta segelas susu vanilla hangat dan camilan manis selalu membuat saya betah berada di kamar saya yang berukuran mini.

Betapa kamar saya yang manis itu kini telah berubah, dengan cat yang diubah menjadi cenderung creamy dan beberapa barang yang diubah tata letaknya secara sengaja. Voila, dan dia menjadi bertambah manis di mata saya.

Saya selalu menyukai hal-hal yang manis. Betapa. Dan saya menyukai kamar saya, sangat. Ada sesuatu yang membuat kita selalu merindukan tempat yang nyaman untuk tinggal setelah sepanjang hari berkeliling di dunia gemerlap dan dunia impian.

Hmm.. wangi cat yang membuat mual sudah meluntur, dan saya bergegas merapikan barang-barang saya yang sebelumnya dipindahkan ke ruang tamu. Buku-buku, beberapa dvd film, meja rias, meja baca, rak buku, juga lemari pakaian.

Ketika saya merapikan buku-buku saya, barulah saya tersadar. Betapa saya tidak pernah begitu peduli dengan komunitas mereka. Ada beberapa novel yang saya lupakan keberadaannya, dan setelah saya mengirimkan pesan singkat ke beberapa teman saya, sebagian dari mereka mengaku memang lupa mengembalikan novel saya. Oh, Tuhan! Betapa pelupanya saya. Sementara buku-buku tebal seperti buku biologi Campbell jilid 1-3, ternyata saya lupa tagih dari guru biologi saya yang meminjamnya untuk difotokopi, dan itu sudah berlalu selama hampir setahun! Betapa mirisnya kondisi ingatan saya.

Maka, sekarang, alih-alih akan meresensi buku-buku yang menjadi penghuni tetap kamar saya, saya akan memulainya dengan mencacahnya terlebih dahulu.

Cukup banyak. Dan beberapa buku sengaja tak ikut dikategorikan.
  1. 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008
  2. 48 Jam Menuju Hidup Sehat [Suzi Grant]
  3. 63 Tips & Trik Manipulasi Image Photoshop CS2 [Asep Effendhy]
  4. Apa yang Terjadi pada Jiwa setelah Kematian [Sri Svami Sivananda]
  5. Ayat-Ayat Cinta [Habiburrahman El Zhirazy]
  6. Antologi Cerpen Kastilangin Menderu [Joni Ariadinata]
  7. Antologi Cerpen Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta [Gus Tf Sakai]
  8. Antologi Cerpen Kupu-Kupu Tak Berkepak
  9. Antologi Cerpen Tiga Cinta, Ibu [Gus Tf Sakai]
  10. Awet Muda dan Panjang Umur dengan Ayurveda [Gerard T Satvic]
  11. Bahasa Jepang untuk Pemula [Tim Harmoni]
  12. Being Happy! [Andrew Matthews]
  13. Beragama Bukan Hanya di Pura [I Ketut Wiana]
  14. Bermain dengan Cerpen [Maman S. Mahayana]
  15. Bidadari Bersayap Biru [Agnes Jessica]
  16. Buku Pintar Anak Jenius [Adam Khoo]
  17. Cara Mencapai Moksa di Zaman Kali [Dr. Wayan Jendra, S. U.]
  18. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa [W.F. Maramis]
  19. Cinta yang Menciptakan Keajaiban Dunia [Hendrasmara]
  20. Dia, Tanpa Aku [Esti Kinasih]
  21. Ular Keempat [Gus Tf Sakai]
  22. For One More Day [Mitch Albom]
  23. He Loves Her till The End [Monica Petra]
  24. How to Raise an Indigo Child [Barbara Condron]
  25. Hubbu [Mashuri]
  26. Hukum Karma dan Cara Menghadapinya [Anadas Ra]
  27. I Was a Rat [Philip Pullman]
  28. Jadi Musisi dengan PC [Pramana Sukmajadi]
  29. Janda dari Jirah [Cok Sawitri]
  30. Kasta dalam Hindu (Kesalahpahaman Berabad-abad) [Ketut Wiana dan Raka Santeri]
  31. Kimia Medisinal (Jil. 1) [Siswandono dan Bambang Soekardjo]
  32. Kimia Medisinal (Jil. 2) [Siswandono dan Bambang Soekardjo]
  33. Lanang [Jonathan Rahardjo]
  34. Leak dalam Foklore Bali [Jiwa Atmaja]
  35. Mandy [Kathryn Reiss]
  36. Match Made in Heaven [Bob Mitchell]
  37. Maya [Jostein Gaarder]
  38. Melepaskan Panah Melukis Pelangi [G. Tri Wardoyo]
  39. Mengenal Seluk Beluk Kanker [dr. Rama Diananda]
  40. Menjawab Pertanyaan Tersulit Kehidupan [Robin Norwood]
  41. Meramu Kisah Dramatis [William Noble]
  42. Minggir, Waktunya Gerakan Muda Memimpin [Eko Prasetyo]
  43. Misteri Luar Biasa Aneh di Dunia [Amelia Listiani]
  44. Misteri Otak Kanan Manusia [Daniel H. Pink]
  45. On Writing [Stephen King]
  46. One of Those Hideous Books Where The Mother Dies [Sonya Sones]
  47. Pantura Jawa [Ir. Rudolf Wennemar Matindas, MSc dan Ir. Budiman, Msi]
  48. Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer [Pramoedya Ananta Toer]
  49. Putra Teratai Riwayat Hidup Padmasambhava [Yeshe Tsogyal]
  50. Reinkarnasi (Hidup Tidak Pernah Mati) [Anadas Ra]
  51. Six Years in Waiting [Peggy Orenstein]
  52. Summer in Hell [Scott Smith]
  53. Tell Me Your Dreams [Sidney Sheldon]
  54. Terapi Penyakit Kronis [dr. S. G. Gauntan Ranganathan]
  55. Tetralogi Laskar Pelangi - Laskar Pelangi [Andrea Hirata]
  56. Tetralogi Laskar Pelangi - Sang Pemimpi [Andrea Hirata]
  57. Tetralogi Laskar Pelangi - Edensor [Andrea Hirata]
  58. The Lover [Marguerite Duras]
  59. The End of The Rainbow [Virginia Andrews]
  60. The Stolen Child [Keith Donohue]
  61. The Truth About Forever [Orizuka]
  62. Uglyphobia [Queen Soraya]
  63. You, The Owners Manual [Michael F. Roizen M. D.]
Sungguh. Melelahkan mengumpulkan mereka. Saya memang tidak pernah hunting buku secara sengaja. Jika saya mampir ke toko buku, saya harus memiliki waktu berkeliling selama sekian jam, menghafal rak-rak buku, menimbang-nimbang kembali buku-buku lama yang tak terbeli, sampai akhirnya saya bosan dan mengambil buku-buku yang tadinya terpikir untuk tak dibeli. Saya memang payah kalau berhadapan dengan buku-buku. Betapa saya suka sekali memiliki mereka, ada hasrat tersendiri, kesenangan pribadi yang tidak bisa diganti ketika saya melihat mereka terpajang rapi di tepi-tepi rak kayu atau meja baca saya. Mungkin karena saya memang bercita-cita untuk membuat sebuah perpustakaan. Setidaknya, saya ingat sekali, itu cita-cita pertama yang saya miliki ketika saya berusia lima tahun.

Omong-omong masalah penduduk yang menempati kamar saya, saya cukup sedih karena selama ini saya tak pernah hirau akan keberadaan mereka. Saya bahkan lupa membawa serta buku-buku saya di rumah lama saya. Saya mengingat tujuh seri buku Harry Potter, karya-karya Gabriel Marquez, beberapa novel terjemahan, komik-komik masa kanak-kanak seperti Candy-Candy, novel-novel teenlit dan chicklit yang saya koleksi ketika SMP-SMA, juga beberapa buku pelajaran saya dari TK hingga SMA, yang saya tidak ajak pindah bersama. Beberapa buku yang menjadi referensi ketika saya mengikuti ajang-ajang perlombaan karya tulis bahkan saya lupakan keberadaannya.

Mungkin saya harus lebih menghargai buku-buku saya. Mungkin saya memang harus mencacah mereka yang tinggal bersama saya. Setidaknya buku-buku itu cukup berharga bagi pemikiran-pemikiran saya. Buku-buku itu sangat penting dalam hidup saya.

Dan, karena itu, inilah saatnya saya berkata, saya akan memulai close reading dan menjadi reviewer buku-buku itu. Saya ingin menghargai mereka. Sebelumnya, tentu saya akan menunggu waktu untuk membeli sebuah novel seorang senior, Orange. Saya sudah berjanji untuk menjadikan novelnya sebagai bahan review pertama saya di blog ini.

Akhirnya, saya harus bergegas menuju toko buku. Semoga novel Kak Windry sudah di-publish di Denpasar. Karena sekarang saya akan jalan-jalan ke Ramayana Mall dengan seseorang yang sudah berminggu-minggu saya lupakan keberadaannya tidak temui. SNMPTN telah tuntas, waktunya berkreativitas. Semangat.

Rabu, 16 Juli 2008
19:41:43
Catatan, mungkin sebelum mulai me-review, saya harus membuka-buka kembali catatan-catatan saya ketika mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia di bangku SMA. Saya harus mempelajari cara meresensi yang baik. Atau, selain membeli orange, mungkin saya harus menambahkan daftar belanja saya dengan membeli sebuah buku tata cara meresensi [menarik nafas].

2 comments:

  1. Lumayan beragam koleksinya. Saya hanya tahu Ular Keempat dan Laskar Pelangi, sepertinya. :D

    ReplyDelete