Thursday, July 17, 2008

Toko Buku

Saya baru saja keluar malam, tanpa siapa-siapa. Seseorang membatalkan acaranya dengan saya. Alasannya, dia sedang ada acara keluarga. Alasan yang simpel. Karena saya sangat ingin keluar, entah ke mana [walau tanpa dia], maka dengan lingerie pun saya wujudkan keinginan itu.

Menggunakan jaket, saya menuju toko buku yang letaknya tak seberapa jauh dari rumah saya. Di sana saya mencari-cari sebuah novel istimewa, buah karya seorang senior yang sudah saya anggap sahabat. Belum ada. Lalu seperti biasanya, ketika saya tidak menemukan buku yang ingin saya cari, saya akan memesannya di toko buku itu. Beberapa hari lagi pasti sampai, cukup meninggalkan nomor telepon.

Sementara itu, karena saya paling tidak senang jika pulang dari toko buku dengan tangan kosong, maka saya mengelilingi rak-rak buku bagian sastra, bagian favorit saya. Tidak ada buku baru [mengeluh dalam hati], tapi harus ada karya yang saya beli.

Berkeliling, melihat-lihat, bosan, lalu saya berpindah ke bagian kedokteran. Mungkin dengan cara melihat-lihat bukunya, saya bisa diterima di jurusan itu nantinya [semoga]. Bosan lagi, saya bergerak ke arah teknik, saya sangat menyukai kimia dan biokimia, di sana saya melihat-lihat buku-buku yang pernah saya pinjam di perpustakaan tempat Mama dan Papa saya bekerja, entah sudah berapa puluh kali saya menjumpai buku yang sama di rak yang sama. Lalu saya beranjak ke bagian pendidikan, komputer, rumah dan taman, tumbuh-tumbuhan, hobi, komik, dan entah kenapa, saya kembali ke bagian sastra.

Saya melihat-lihat lagi, menimbang-nimbang, dan saya terkejut. Sebuah antologi puisi milik seorang senior yang saya kenal terpajang apik di deretan kedua, tanpa ambil pusing, langsung saya ambil. Teringat referensi dari Kak Adi Toha, saya lalu mengambil sebuah antologi cerpen. Teringat promosi yang gencar, saya mengambil sebuah novel, lalu sebuah novel lagi dari penulis yang sama. Karena takut berniat mengambil lagi, saya pun segera menuju kasir.

Ah, senangnya. Koleksi buku saya bertambah:
64. Antologi Puisi Metafora Birahi Laut – Dino Umahuk
65. Antologi Cerpen Penembak Misterius – Seno Gumira Ajidarma
66. Dunia Sophie – Jostein Gaarder
67. Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken – Jostein Gaarder

Semoga saya memiliki waktu luang yang cukup untuk membaca dan mengapresiasi buku-buku tersebut [misuh-misuh dalam hati].

Ah, teringat pesan dari Cassle supaya saya tidak boros. Tetapi saya tidak menyesal. Walau dalam beberapa menit, saya sudah cukup mempertimbangkan untuk membeli buku-buku itu. Asyiknya, mari membaca.
Rabu, 16 Juli 2008
22:57:37

No comments:

Post a Comment